meski itu berarti aku melukai hatiku
dengan tabah aku belajar mencintai kamu
semua orang mampu mencintaimu
tapi hanya aku.. hanya aku yang masih mau mencintaimu
bahkan saat hatimu mencintai wanita lain
aku rela di tiap ingatanku hanya ada nama dan wajahmu yang membekas
aku mencintaimu, meski hanya dapat memiliki sosokmu didalam pikiranku
sisa rindu berubah menjadi titik-titik air mata
aku meluputkan semua pengertian cinta
tak pernah ada waktu yang tepat untuk mencintaimu
karna bagiku waktu adalah jahat
saat serpihannya yang tajam, perlahan-lahan mulai merobek jahitan-jahitan pertemuan kita
lalu kita berpisah
aku masih mencintaimu dalam diam
dan aku masih menunggu waktu yang tepat
dimana mungkin cintaku yang akan berbicara padamu..
yaa, aku menunggu
bukan hanya untuk menyampaikan beberapa kata-kata yang mungkin telah membusuk didalam hatiku
aku menantikan kamu kembali
lalu langkah kita akan beriringan lagi
aku menunggu saat pelukanmu bukan lagi hal yang harus kutunggu
saat mataku bebas menjelajahi wajahmu
dan mulai belajar membaca setia gerak gerikmu
lalu, apa yang kamu tunggu?
tak inginkah kamu membuatku berhenti menunggu?
tak inginkah kamu membahagiakan telingaku saat mendengar langkah kedatanganmu?
kembalilah..
aku menunggu
aku menunggu saat dimana aku tak perlu lagi menunggu kamu :)
No comments:
Post a Comment