Tuesday, March 19, 2013

move on

Mungkin, salah satu hal yang susah dilakukan di dunia ini adalah melepaskan sesuatu yang bukan untukmu. Ya! Melepaskan dia yang (mungkin) memang bukan untukku.

Mau tidak mau, aku harus menyadari bahwa kalau memang bukan untukku, mau dipikirkan dan diusahakan seberat apapun juga, tetap tidak akan menjadi milikku. Tapi mungkin aku baru bisa melepaskannya setelah menyadari itu.
Memulai dengan tidak mengingat sama sekali tentangnya dan berhenti juga mencari tau tentangnya, pelan-pelan. Pelan-pelan aku akan melupakan, pelan-pelan ingatanku tentangnya akan memudar. Pelan-pelan aku hanya akan mengingatnya kapan-kapan, itupun kebetulan ketika aku melihat fotonya atau ada teman yang menanyakan. Tapi pelan-pelan, iyaa pelan-pelan. Yang banyak tidak dimengerti orang adalah 'pelan-pelan'nya..

Jangan sampai aku menengok ke belakang. Aku akan terus berjalan. Iyaa berjalan terus. Sampai pada akhirnya nanti, aku akan ada di satu titik yang membuatku nyaman. Titik dimana ketika aku menengok lagi ke belakang, semuanya sudah tidak sama lagi. Aku pasti akan rindu dengan momen-momen itu, tapi tidak ingin kembali lagi ke momen itu. Hanya rindu, hanya kenangan. Bukan untuk dilupakan atau dihilangkan, hanya untuk sesekali menengok ke belakang, tapi bukan untuk menetap di sana. Just keep moving.
Bagaimanapun juga, hatiku harus tetap ku jaga, bukan lukaku. Bahagiaku juga harus ku jaga, bukan keterpurukanku. Maka aku harus terus berjalan, agar aku tidak tertinggal.

Bahagia akan selalu menemukan jalan untuk tetap sampai ke tempatnya. Dari arah mana saja, ke arah mana saja. Kita masih punya waktu. Kita selalu punya waktu. Maybe there's nothing wrong, maybe I just have to move on..

by: namarappuccino

Friday, March 8, 2013

samsons - percuma


Aku yang merasakan, aku yang menyimpan, aku yang tersakiti, meski tak kau menyadari :')

jadi, kehilangan(mu) itu..

Aku menulis ini karena akhirnya aku bisa menyadari kalau ternyata aku masih bisa berjalan lagi.
Kalau ternyata, kehilangan(mu) bukanlah akhir bagi duniaku. Mungkin akhir dari cerita bahagiaku yang ini, tapi bukan akhir dari cerita bahagiaku yang lain. Kenyataannya hidupku terus berjalan sampai sekarang, masih bisa tertawa, masih bisa melakukan hal-hal yang dari dulu biasa kukerjakan setiap harinya. Aku hanya harus melalui kesedihan yang sementara dan beratnya melepaskan yang juga hanya sementara. Tetapi pada akhirnya, aku akan tetap bisa baik-baik saja.

Aku menulis ini karena akhirnya aku menyadari kalau bahagiaku masih ada di masa depan.
Mungkin dulu aku yang tergesa-gesa memutuskan bahwa kamu adalah bahagiaku yang selamanya. Ternyata tidak demikian. Ternyata, mungkin Tuhan menyiapkan yang terbaik untuk yang terakhir, di waktu yang menurut-Nya tepat. Dan itu pasti bukan kamu dan juga bukan waktu sekarang, karena kamu meninggalkanku.

Yang harus aku lakukan saat kehilangan(mu) hanya bertahan, lebih memperhatikan sekitar, dan tidak fokus pada kehilangannya. Karena seberapapun hidup menjatuhkan seseorang, orang itu tetap meiliki kekuatan untuk memilih berlama-lama meratapi kejatuhannya atau bangkit kembali untuk menyambut bahagianya yang lain. Aku memilih untuk bangkit kembali, merebut bahagiaku kembali.

Jadi, aku sudah berdiri lagi disini. Aku sudah siap untuk jatuh cinta kembali. Untuk berbahagia lagi. Sudah juga menghapusmu dari hatiku. Memang tidak menghapus kenangannya, hanya membersihkan ruangannya untuk nantinya bisa ditempati orang yang lebih baik lagi. Yang lebih tepat untukku menurut Tuhan, bukan yang tepat bagiku menurutku sendiri. Karena kalau di hatiku masih ada kamu, kasihan orang lain yang lebih mencintaiku dan berusaha masuk ke hatiku.

Jadi, sebenarnya, kehilanganmu tidak apa-apa. Aku akan sakit sementara. Tetapi, selama aku tidak pernah kehilangan hati dan pikiranku sendiri, aku rasa aku akan baik-baik saja. Karena sebelum ada kamupun, aku pernah berbahagia, jadi kebahagiaanku sudah pasti bukan tergantung pada kamu :)

by: namarappuccino