Friday, September 21, 2012

dan aku harus memilih :')

dalam hidup, kita selalu punya pilihan. memilih untuk tertawa, atau memilih untuk menangis. semua pilihan itu ada ditangan kita. tidak! itu menurut orang. menurutku, hati yang memiliki peran paling penting untuk menentukan bagaimana pilihan seseorang dalam hidup.
seperti saat ini, aku memilih untuk bahagia ditengah rasa sakit saat mencintaimu.
ini lucu. kita sangat jauh berbeda, kamu dengan prinsipmu dan aku dengan perasaanku. kamu dengan logikamu, dan aku dengan hatiku. kamu dengan cuekmu, dan aku dengan perhatianku.
aku tidak habis pikir, bagaimana mungkin hatiku memilih kebahagiaan yang mungkin lebih banyak membutuhkan air mata? benar. bahagia dan sedih itu sudah satu paket, kita tidak mungkin mendapatkan 'pelangi' yang indah tanpa melewati 'hujan'.
cinta ini terlalu sakit kalau hanya aku sendiri yang merasakan. berkali-kali kuyakinkan dirimu, kita bisa melewati semuanya, berkali-kali pula kau keraskan hatimu dan menganggap semua usaha yang (akan) kita lakukan mungkin berakhir sia-sia. kamu kehilangan keberanianmu saat berhadapan dengan cinta. itu pilihanmu, bertahan dengan keadaan yang membuatmu nyaman, sementara aku meradang dengan luka menganga di hatiku.
tidak bisakah kau sedikit mendukung apa yang telah kusematkan dalam doaku saat berbincang dengan-Nya? saat namamu menjadi nama paling sering terucap di bibir yang sudah basah karena air mata. berharap Tuhan akan membuatmu mengerti, aku memlihmu, dan aku sangat yakin pilihanku akan membuatku bahagia.
tapi tidak dengan kamu, kamu tetap tidak memilih. kamu memilih, untuk tidak memilih. terlalu beratkah permintaanku untuk kau tengok sedikit saja?
malam ini, aku juga mulai menyerah, menyerah pada rasa sakit yang mungkin aku ciptakan sendiri, menyerah pada keadaan yang sudah terlalu menyakitkan. haruskah hatiku memilih untuk berpisah?
haruskah aku berhenti berusaha dan membiarkan semua berlalu?
haruskah aku melepaskan semua harapan tinggi yang sudah kubangun bersamamu?
mungkin jawabannya adalah 'iya'. kamu tetap kamu, sekeras apapun aku berusaha, kalau kamu tak pernah peduli, itu sama saja seperti aku menyia-nyiakan hidup.
aku masih tetap memilihmu,
ya! memilih untuk menempatkanmu pada masa laluku..

Saturday, September 15, 2012

...

dalam segala kelemahan,
aku masih berani mempertaruhkan hatiku
iyaa. memang benar yang kupunya hanya satu hati
dan hati itu, kini kupertaruhkan sebagai permainanmu

tidak bisakah kau sedikit menoleh?
lihat aku yang tak mampu lagi menangis
lihat aku yang selalu kau "tampar" dengan sikapmu
lihat aku yang masih saja bertahan
dengan luka yang kau gores di hatiku..

entah apa aku yang terlalu takut pergi darimu
atau kamu,
yang takut jika aku mengenal kebebasan

kamu ajari aku semuanya
menangis, tertawa
boleh aku minta diajarkan satu hal lagi?
ajarkan aku untuk lupa akan kamu
untuk lupa akan cintaku
untuk lupa akan semua hal yang akan mengingatkanmu padaku
atau, biarkan saja aku lupa tentang kamu
sederhana bukan?
:)

aku (masih) merindukanmu

kepada kamu,
jika saja aku Tuhan, akan kuberikan seluruh isi dunia ini hanya padamu, tapi tidak dengan wanita
aku ingin menjadi satu-satunya wanita dalam hidupmu
aku ingin menjadi yang terutama dalam hidupmu.
buatku,
kamu adalah godaan terbesar didunia ini
ada beberapa lelaki yang memaksa menggantikan posisimu di hatiku semenjak kamu pergi, tapi mereka kesulitan mengambil hatiku.
ya, tepat! karena hatiku ada pada kamu
dan kamu, sampai saat ini belum juga mengembalikannya
kumohon jangan egois, berhentilah menyiksaku
aku sangat payah dalam hal melupakanmu
aku merasa sangat bodoh harus membohongi perasaanku dan pura-pura tidak membutuhkanmu
kamu pernah merasa merindukan seseorang sampai dadamu terasa begitu sesak dan paru-parumu kesulitan menangkap oksigen yang berada disekitarmu saat itu? apa kamu juga pernah, membanjiri kamarmu oleh air mata dan kenangan manis yang terasa pahit ketika diingat?
ya, aku melakukannya sekarang.
mengingat setiap kenangan yang semakin jelas terlihat di bulir kecil air mataku yang meluncur bebas di pipi
omong kosong macam apa lagi ini?
aku terlalu lemah untuk menolak pelukanmu
apa yang bisa kulakukan hanya berandai-andai menjadi Tuhan, yang dengan gampangnya menjangkaumu lewat tangan
jarak bukan lagi hal yang harus kutakutkan
orang sekarang menyebutnya galau ya? bukan.. aku bukan galau, aku hanya merasakan sakit ketika mengenangmu
iya, merindukan dan mengenangmu menjadi dua hal yang tak ingin kulakukan lagi. tapi.. ah, ketika aku tak merindukanmu, kamu malah hadir dimimpiku.
aku terlalu merindukanmu
iya, aku (masih) merindukanmu :'(

Sunday, September 9, 2012

menunggumu

aku merelakan diri mencintaimu
meski itu berarti aku melukai hatiku
dengan tabah aku belajar mencintai kamu

semua orang mampu mencintaimu
tapi hanya aku.. hanya aku yang masih mau mencintaimu
bahkan saat hatimu mencintai wanita lain

aku rela di tiap ingatanku hanya ada nama dan wajahmu yang membekas
aku mencintaimu, meski hanya dapat memiliki sosokmu didalam pikiranku

sisa rindu berubah menjadi titik-titik air mata
aku meluputkan semua pengertian cinta

tak pernah ada waktu yang tepat untuk mencintaimu
karna bagiku waktu adalah jahat
saat serpihannya yang tajam, perlahan-lahan mulai merobek jahitan-jahitan pertemuan kita
lalu kita berpisah

aku masih mencintaimu dalam diam
dan aku masih menunggu waktu yang tepat
dimana mungkin cintaku yang akan berbicara padamu..

yaa, aku menunggu
bukan hanya untuk menyampaikan beberapa kata-kata yang mungkin telah membusuk didalam hatiku
aku menantikan kamu kembali
lalu langkah kita akan beriringan lagi

aku menunggu saat pelukanmu bukan lagi hal yang harus kutunggu
saat mataku bebas menjelajahi wajahmu
dan mulai belajar membaca setia gerak gerikmu

lalu, apa yang kamu tunggu?
tak inginkah kamu membuatku berhenti menunggu?
tak inginkah kamu membahagiakan telingaku saat mendengar langkah kedatanganmu?
kembalilah..
aku menunggu
aku menunggu saat dimana aku tak perlu lagi menunggu kamu :)

pernah..

aku pernah berjanji pada kamu
aku takkan pernah melupakanmu

aku pernah memelukmu
saat kamu sedang bahagia dan saat air mata tak mampu kau bendung dari sepasang matamu
tahukah kamu? betapa aku bahagia
lenganku, menjadi lengan paling beruntung karena bisa memelukmu
menenggelammu dalam pelukku
lalu bahuku basah oleh tetes air matamu yang semakin menjadi-jadi

aku pernah dengan bebas mengecup keningmu
saat kamu tertidur, saat kamu menyetir
atau saat keningmu berkerut ketika berpikir keras
aku suka mengecup keningmu
itu bukti tanda sayang paling dalam

aku pernah melewati sebuah jalan dengan kamu
jejak-jejak langkah kita, membekas diaspal jalan
waktu itu, hanya ada kamu dan aku
jari-jari kita saling bertaut
dengan senyum yang hanya bisa kita artikan berdua

dan aku pernah merindukanmu
kemarin, hari ini, dan mungkin besok..

7 September 2012

Akhirnya aku dan kamu bertemu lagi setelah hampir 9 bulan tak bertemu, setelah kamu memintaku untuk datang kerumah dan meramaikan suasana dirumah. Tepat saat itu aku baru saja kembali dari rumah dan sempat-sempatnya kita bertengkar kecil sebelum akhirnya aku memutuskan untuk menginjakkan kaki dirumahmu. Macet yang membuatmu setia menungguku diparkiran sevel sore itu, mengingatkanku kejadian 10 bulan yang lalu ketika kamu menungguku berjam-jam didepan kosan namun aku ketiduran. Saat aku masuk kedalam mobilmu, terasa sangat seperti tidak pernah terjadi apa-apa diantara kita. Dan kamu masih sempat memanggilku "yank" entah itu tanpa kamu sadari atau tidak. Suasana malam itu, terasa amat sangat berbeda dibanding suasana setahun yang lalu. Keisengan kamu yang dari dulu memang iseng membuat suasana saat itu terasa lebih akrab dan intim. Macetnya Ibukota membuat kita bersenda gurau sedikit membahas masa lalu yang benar-benar tidak ada keemosian sedikitpun. Aku dan kamu bisa membicarakannya dengan selingan tawa yang akhirnya membuatmu memegang erat tanganku, ya.. seperti dulu. Kamu menatapku dan mengelus rambutku, menyentuh hidungku dan mencium lenganku kadang-kadang. Kamu terasa sangat berbeda malam itu dan seperti tidak ada kepalsuan. Kamu mulai bercerita tentang mama dan keadaan dirumah, serta kamu juga bercerita alasan kamu memutuskan hubungan dengan pacarmu saat itu. Setelah itu lagi lagi kamu memegang erat tanganku lebih lama, kamu menyatukan tangan kita dan sedikit membuatku bingung serta berpikir cukup lama.

Sampai dirumah, pertama kali kamu langsung memanggil keponakan kamu, anak dari abang kedua kamu kepadaku untuk salim. Lalu kamu membawaku kerumah dan memperkenalkan aku dengan papamu. Kuserahkan sedikit oleh-oleh yang kubawa dari rumah kepada papa. Sedikit gugup memang, tapi aku berusaha membawa suasana agar terlihat akrab. Sempat menyesal saat itu teringat ceritamu tentang mama yang menanyakan "mana finaa.." ah sedih mengingat itu. Sampai mama meninggalpun aku tak sempat datang kerumahmu.
Tak lama tasya keluar dan kami saling menyapa, saat itu kamu memintaku untuk ke dapur membantu tasya. Namun aku bingung apa aku harus menurutimu atau tidak, aku bilang aku tamu tapi kamu malah bertanya balik "emang kamu tamu?" sambil menarik tanganku dan menggelitikku. Pertanyaan tasya "udah lama gak keliatan, kemana aja?" membuatku sedikit berpikir, banyak berubah dia sepertinya. Saat aku kembali ke ruang tamu kamu mengikutiku dan memelukku dari belakang sambil mencium rambutku.

Malam itu entah mengapa banyak tawa diantara aku dan kamu, tertawa geli mungkin ya. Mengingat apa saja kebodohan yang terjadi setahun yang lalu, namun cara kita menyampaikannya malam itu sederhana sekali, becandaan yang keluar dari mulutku membuatmu tertawa lepas dan menggelitikku. Sempat terasa sedikit tegang ketika ada bbm masuk yang isinya menanyakan aku sedang dimana. Kamupun membacanya dan raut mukamu berubah. Entah kamu cemburu atau apa, namun kamu mendiamkanku beberapa menit. Aku mulai bercerita siapa dia dan kamupun hanya menjawab singkat tidak suka. Namun setelah aku singgung mengenai hubungan kamu dengan wanita yang terbilang tiba-tiba itu, dan aku bercerita bagaimana rasanya jadi aku saat itu.. kamupun mulai menarikku dan mencium keningku. Butuh kedewasaan mungkin disini, dan saling mengerti.

Setelah lama berbincang di ruang tamu, aku dan kamupun pergi keluar cari makan. Kamu mengajakku berkeliling daerah situ, tempat tongkrongan kamu dan teringat lagi kejadian setahun yang lalu, disaat kamu juga mengajakku melewati jalan itu. Akupun memelukmu dari belakang, dan menggodamu dengan menggelitik paha serta perutmu. Baru kali itu kamu membawaku pergi dengan menggunakan motor, terasa lebih dekat dan sangat dekat. Banyak hal yang kamu ceritakan padaku, dan memang seperti pacaran lagi kita saat itu. Saat aku membuka hpku lagi, kamupun menanyakan laki-laki yang bbm aku. Aku memperlihatkan orangnya kepadamu dan kamupun diam. Akupun membalas bbmnya sekedarnya, karna aku takut menyakiti hatinya. Balasannya pun juga kamu tau dan kamu boleh sedikit menang diatas dia malam itu. Cerita demi cerita lagi lagi kita saling bercerita, dan tawapun juga ikut menyertai.

Sampai dirumah, tasya sudah menunggumu dan ingin mengajakmu keluar sebentar menemui seseorang. Namun karna ada aku, tasya akhirnya pergi dengan temanmu yang saat itu ada didalam kamar kosan. Kitapun menuju kesana dan bertemu dengan abang keduamu. Tasyapun ternyata juga ikut, aku masuk kekosan dan saat kamu sedang berbicara dengan tasya abang dan temanmu itu aku langsung menuju meja komputer. Aku online sebentar dan tak lama kemudian kamu masuk, kamu memelukku dari belakang dan kamu menciumku lembut. Malam itu kita berbincang cukup lama dan apapun itu kamu perlihatkan padaku. Rasanya ingin memelukmu terus saat itu, ingin ada disampingmu terus. Ah malam begitu lama hingga akhirnya kamu mencari tanganku untuk memelukmu, kamu pegang terus tanganku dan tak membiarkan tanganku melepas pelukan. Kamupun juga mencium pipi dan keningku dengan lembut.

Saat kamu bilang akan menjemput wahyu (pacar tasya) pukul 01.00 akupun memintamu untuk mengantarku pulang pukul 11.00. Nggak mungkin kan aku menunggu wahyu juga, mau pulang jam berapa aku -..-

Turun dari kosan kitapun bertemu teman-temanmu, abangmu dan juga tasya. Sedikit malu sih dicengin sama mereka, sempet terdengar abangmu bilang "tidur aja disini"
Perjalanan pulang kamu bilang badan kamu pegel dan akupun memijat pundak leher serta kepalamu. Macetnya tol membuat kita bercengkrama lagi dan meributkan hp. Ada aja yang diributin waktu mau balik, sempet-sempetnya. Ributnya kita saat itu ya sambil bercanda, bukan ribut yang seperti dulu, penuh emosi.

Sampai dikosanku, aku pamit turun dan salim cium tanganmu. Setahun yang lalu saat seperti itu aku merasakan tak ingin berpisah, namun malam itu aku langsung turun dan meninggalkanmu. Aku membiarkanmu keluar kosan tanpa melihatmu lagi. Entah mengapa sakit rasanya hati ini, jalan menuju kamarku aku merasakan bahagia namun bercampur duka.

Teringat semua kejadian saat itu, setahun yang lalu, saat kamu membuatku kecewa dan terluka. Saat kamu tak pernah mengerti perasaanku, saat kita bertengkar penuh emosi, saat kamu membiarkanku terluka ketika mengetahui kamu dengan wanita lain. Bahkan ketika menangis aku juga harus menghapus air mataku sendiri, setidak pedulikah hatimu pada tetes air mataku yang berjatuhan (hanya demi) untuk kamu? Ah! Sakitnya terasa sangat sakit ketika aku sudah berasa dikosan, malam setelah kamu mengantarku, aku masih saja terbayang kenangan masa lalu. Aku mulai mengingat bagaimana aku bisa move dari kamu dengan penuh usaha dan bantuan dari teman-temanku. Namun kenyataannya sekarang aku dekat lagi denganmu, dan aku takut terluka lagi.

Akhir-akhir ini memang kita intens bbman, kamu sering bbm aku dan akupun juga sebenernya merasa heran. Kamu mulai perhatian lagi denganku seperti saat awal kita pdkt dulu, malah lebih indah yang sekarang. Kamu cemburu saat tau aku dekat dengan pria lain..













Sunday, September 2, 2012

Renungkan!

disaat kamu ingin melepaskan seseorang, ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya. disaat kamu mulai tidak mencintainya, ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya. disaat kamu mulai bosan dengannya, ingatlah selalu saat terindah bersamanya. disaat kamu ingin menduakannya, bayangkan jika dia selalu setia. disaat kamu  ingin membohonginya, ingatlah disaat dia jujur padamu. cobalah, maka kamu akan merasakan artinya dia untukmu

:')

aku dengar sebuah pengakuan
aku fikirkan, ternyata menyakitkan

aku hanya diam

diam bukan tenang
diam bukan sabar
diam bukan mengalah
tapi, diam aku menangis


aku pejamkan mata

aku pejamkan lebih erat, semua gelap bahkan tak terlihat
perasaan ku gelap hatiku tak seterang lampu
hatiku tak secerah matahari


aku buka mata

aku tak mampu berbicara apapun
aku bisu
aku hanya mampu menangis
menangis dalam hati

perkenankanlah aku..

Perkenankanlah aku mencintaimu seperti ini

Tanpa kekecewaan yang pasti
Meski tanpa kepastian yang pasti

Harapan yang setiap kali dikecewakan kenyataan
Biarlah dibayar oleh harapan-harapan baru yang menjanjikan

Perkenankanlah aku mencintaimu semampuku
Menyebut-nyebut namamu dalam kesendirian pun lumayan
Berdiri didepan pintumu tanpa harapan dan kau membukakannya pun sudah terasa nyaman
Sekali-kali membayangkan kau memperhatikanku pun cukup memuaskan

Perkenankanlah aku mencintaimu sebisaku