Akhirnya aku dan kamu bertemu lagi setelah hampir 9 bulan tak bertemu, setelah kamu memintaku untuk datang kerumah dan meramaikan suasana dirumah. Tepat saat itu aku baru saja kembali dari rumah dan sempat-sempatnya kita bertengkar kecil sebelum akhirnya aku memutuskan untuk menginjakkan kaki dirumahmu. Macet yang membuatmu setia menungguku diparkiran sevel sore itu, mengingatkanku kejadian 10 bulan yang lalu ketika kamu menungguku berjam-jam didepan kosan namun aku ketiduran. Saat aku masuk kedalam mobilmu, terasa sangat seperti tidak pernah terjadi apa-apa diantara kita. Dan kamu masih sempat memanggilku "yank" entah itu tanpa kamu sadari atau tidak. Suasana malam itu, terasa amat sangat berbeda dibanding suasana setahun yang lalu. Keisengan kamu yang dari dulu memang iseng membuat suasana saat itu terasa lebih akrab dan intim. Macetnya Ibukota membuat kita bersenda gurau sedikit membahas masa lalu yang benar-benar tidak ada keemosian sedikitpun. Aku dan kamu bisa membicarakannya dengan selingan tawa yang akhirnya membuatmu memegang erat tanganku, ya.. seperti dulu. Kamu menatapku dan mengelus rambutku, menyentuh hidungku dan mencium lenganku kadang-kadang. Kamu terasa sangat berbeda malam itu dan seperti tidak ada kepalsuan. Kamu mulai bercerita tentang mama dan keadaan dirumah, serta kamu juga bercerita alasan kamu memutuskan hubungan dengan pacarmu saat itu. Setelah itu lagi lagi kamu memegang erat tanganku lebih lama, kamu menyatukan tangan kita dan sedikit membuatku bingung serta berpikir cukup lama.
Sampai dirumah, pertama kali kamu langsung memanggil keponakan kamu, anak dari abang kedua kamu kepadaku untuk salim. Lalu kamu membawaku kerumah dan memperkenalkan aku dengan papamu. Kuserahkan sedikit oleh-oleh yang kubawa dari rumah kepada papa. Sedikit gugup memang, tapi aku berusaha membawa suasana agar terlihat akrab. Sempat menyesal saat itu teringat ceritamu tentang mama yang menanyakan "mana finaa.." ah sedih mengingat itu. Sampai mama meninggalpun aku tak sempat datang kerumahmu.
Tak lama tasya keluar dan kami saling menyapa, saat itu kamu memintaku untuk ke dapur membantu tasya. Namun aku bingung apa aku harus menurutimu atau tidak, aku bilang aku tamu tapi kamu malah bertanya balik "emang kamu tamu?" sambil menarik tanganku dan menggelitikku. Pertanyaan tasya "udah lama gak keliatan, kemana aja?" membuatku sedikit berpikir, banyak berubah dia sepertinya. Saat aku kembali ke ruang tamu kamu mengikutiku dan memelukku dari belakang sambil mencium rambutku.
Malam itu entah mengapa banyak tawa diantara aku dan kamu, tertawa geli mungkin ya. Mengingat apa saja kebodohan yang terjadi setahun yang lalu, namun cara kita menyampaikannya malam itu sederhana sekali, becandaan yang keluar dari mulutku membuatmu tertawa lepas dan menggelitikku. Sempat terasa sedikit tegang ketika ada bbm masuk yang isinya menanyakan aku sedang dimana. Kamupun membacanya dan raut mukamu berubah. Entah kamu cemburu atau apa, namun kamu mendiamkanku beberapa menit. Aku mulai bercerita siapa dia dan kamupun hanya menjawab singkat tidak suka. Namun setelah aku singgung mengenai hubungan kamu dengan wanita yang terbilang tiba-tiba itu, dan aku bercerita bagaimana rasanya jadi aku saat itu.. kamupun mulai menarikku dan mencium keningku. Butuh kedewasaan mungkin disini, dan saling mengerti.
Setelah lama berbincang di ruang tamu, aku dan kamupun pergi keluar cari makan. Kamu mengajakku berkeliling daerah situ, tempat tongkrongan kamu dan teringat lagi kejadian setahun yang lalu, disaat kamu juga mengajakku melewati jalan itu. Akupun memelukmu dari belakang, dan menggodamu dengan menggelitik paha serta perutmu. Baru kali itu kamu membawaku pergi dengan menggunakan motor, terasa lebih dekat dan sangat dekat. Banyak hal yang kamu ceritakan padaku, dan memang seperti pacaran lagi kita saat itu. Saat aku membuka hpku lagi, kamupun menanyakan laki-laki yang bbm aku. Aku memperlihatkan orangnya kepadamu dan kamupun diam. Akupun membalas bbmnya sekedarnya, karna aku takut menyakiti hatinya. Balasannya pun juga kamu tau dan kamu boleh sedikit menang diatas dia malam itu. Cerita demi cerita lagi lagi kita saling bercerita, dan tawapun juga ikut menyertai.
Sampai dirumah, tasya sudah menunggumu dan ingin mengajakmu keluar sebentar menemui seseorang. Namun karna ada aku, tasya akhirnya pergi dengan temanmu yang saat itu ada didalam kamar kosan. Kitapun menuju kesana dan bertemu dengan abang keduamu. Tasyapun ternyata juga ikut, aku masuk kekosan dan saat kamu sedang berbicara dengan tasya abang dan temanmu itu aku langsung menuju meja komputer. Aku online sebentar dan tak lama kemudian kamu masuk, kamu memelukku dari belakang dan kamu menciumku lembut. Malam itu kita berbincang cukup lama dan apapun itu kamu perlihatkan padaku. Rasanya ingin memelukmu terus saat itu, ingin ada disampingmu terus. Ah malam begitu lama hingga akhirnya kamu mencari tanganku untuk memelukmu, kamu pegang terus tanganku dan tak membiarkan tanganku melepas pelukan. Kamupun juga mencium pipi dan keningku dengan lembut.
Saat kamu bilang akan menjemput wahyu (pacar tasya) pukul 01.00 akupun memintamu untuk mengantarku pulang pukul 11.00. Nggak mungkin kan aku menunggu wahyu juga, mau pulang jam berapa aku -..-
Turun dari kosan kitapun bertemu teman-temanmu, abangmu dan juga tasya. Sedikit malu sih dicengin sama mereka, sempet terdengar abangmu bilang "tidur aja disini"
Perjalanan pulang kamu bilang badan kamu pegel dan akupun memijat pundak leher serta kepalamu. Macetnya tol membuat kita bercengkrama lagi dan meributkan hp. Ada aja yang diributin waktu mau balik, sempet-sempetnya. Ributnya kita saat itu ya sambil bercanda, bukan ribut yang seperti dulu, penuh emosi.
Sampai dikosanku, aku pamit turun dan salim cium tanganmu. Setahun yang lalu saat seperti itu aku merasakan tak ingin berpisah, namun malam itu aku langsung turun dan meninggalkanmu. Aku membiarkanmu keluar kosan tanpa melihatmu lagi. Entah mengapa sakit rasanya hati ini, jalan menuju kamarku aku merasakan bahagia namun bercampur duka.
Teringat semua kejadian saat itu, setahun yang lalu, saat kamu membuatku kecewa dan terluka. Saat kamu tak pernah mengerti perasaanku, saat kita bertengkar penuh emosi, saat kamu membiarkanku terluka ketika mengetahui kamu dengan wanita lain. Bahkan ketika menangis aku juga harus menghapus air mataku sendiri, setidak pedulikah hatimu pada tetes air mataku yang berjatuhan (hanya demi) untuk kamu? Ah! Sakitnya terasa sangat sakit ketika aku sudah berasa dikosan, malam setelah kamu mengantarku, aku masih saja terbayang kenangan masa lalu. Aku mulai mengingat bagaimana aku bisa move dari kamu dengan penuh usaha dan bantuan dari teman-temanku. Namun kenyataannya sekarang aku dekat lagi denganmu, dan aku takut terluka lagi.
Akhir-akhir ini memang kita intens bbman, kamu sering bbm aku dan akupun juga sebenernya merasa heran. Kamu mulai perhatian lagi denganku seperti saat awal kita pdkt dulu, malah lebih indah yang sekarang. Kamu cemburu saat tau aku dekat dengan pria lain..



No comments:
Post a Comment