Mungkin, salah satu hal yang susah dilakukan di dunia ini adalah melepaskan sesuatu yang bukan untukmu. Ya! Melepaskan dia yang (mungkin) memang bukan untukku.
Mau tidak mau, aku harus menyadari bahwa kalau memang bukan untukku, mau dipikirkan dan diusahakan seberat apapun juga, tetap tidak akan menjadi milikku. Tapi mungkin aku baru bisa melepaskannya setelah menyadari itu.
Memulai dengan tidak mengingat sama sekali tentangnya dan berhenti juga mencari tau tentangnya, pelan-pelan. Pelan-pelan aku akan melupakan, pelan-pelan ingatanku tentangnya akan memudar. Pelan-pelan aku hanya akan mengingatnya kapan-kapan, itupun kebetulan ketika aku melihat fotonya atau ada teman yang menanyakan. Tapi pelan-pelan, iyaa pelan-pelan. Yang banyak tidak dimengerti orang adalah 'pelan-pelan'nya..
Jangan sampai aku menengok ke belakang. Aku akan terus berjalan. Iyaa berjalan terus. Sampai pada akhirnya nanti, aku akan ada di satu titik yang membuatku nyaman. Titik dimana ketika aku menengok lagi ke belakang, semuanya sudah tidak sama lagi. Aku pasti akan rindu dengan momen-momen itu, tapi tidak ingin kembali lagi ke momen itu. Hanya rindu, hanya kenangan. Bukan untuk dilupakan atau dihilangkan, hanya untuk sesekali menengok ke belakang, tapi bukan untuk menetap di sana. Just keep moving.
Bagaimanapun juga, hatiku harus tetap ku jaga, bukan lukaku. Bahagiaku juga harus ku jaga, bukan keterpurukanku. Maka aku harus terus berjalan, agar aku tidak tertinggal.
Bahagia akan selalu menemukan jalan untuk tetap sampai ke tempatnya. Dari arah mana saja, ke arah mana saja. Kita masih punya waktu. Kita selalu punya waktu. Maybe there's nothing wrong, maybe I just have to move on..
by: namarappuccino
by: namarappuccino
kalau gue sudah move on gara2 dosen.. tiap masuk kelas pasti nyuruhnya inget2 yang kemaren. akhirnya kebawa kemasalah yang lain.. jadi sering inget2 yang sudah2 gue.. padahal pengen move on.
ReplyDelete