terlalu bodohkah aku menunggu seseorang yang aku sendiri tidak tau dia (masih) menantikan aku atau tidak?
terlalu bodohkah aku mengharapkan seseorang yang aku sendiri tidak tau dia (masih) menginginkan aku atau tidak?
atau memang benar, "sometimes, being too like to get what you want, you forgot what you need"
hati ini masih menginginkan dia untuk bertahan, dihati ini. walaupun aku tau.. "one of the most depressing thing in life is when you are so afraid of losing someone who isn't even yours again"
dia bukan milikku lagi, tapi aku (masih) terus mengharapkannya. mengharapkan dia kembali. breakeven? iya mungkin :')
entah harus kemana arah hati ini melangkah, disaat hati ini butuh tempat untuk berteduh dan mengadu pada seseorang yang bisa sekaligus memelukku.
sedih, kecewa, terluka.. tiap kali mengingat masa lalu. tapi kenapa hati ini masih saja bertahan? dan dia inget hari ulangtahun aku aja enggak, tapi inget ulangtahun perempuan lain. entah siapa perempuan itu, haha!
sakit itu masih terus ada hingga sekarang, sakit itu yang membuatku bertahan untuk masih merindukannya. bodoh? iya. terlalu bodoh mungkin lebih tepatnya. lalu aku bisa apa?
standing on the corner crying. feeling like a fool for trying. I don't even remember why. I’m wasting all these tears on you. terus-terusan seperti ini setiap mengingat itu..

No comments:
Post a Comment